loading...

Tari Adat Lawang Sakepeng

Ritual upacara adat masih sangat dalam kehidupan masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah dimana sampai saat ini aturan adat istiadat masih tetap dipegang teguh oleh masyarakat setempat sebagai warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan oleh generasi penerusnya. sebenarnya artikel ini telah aku muat disini, tetapi artikel itu hanya membahas acara secara keseluruhan. tetapi kali ini saya memperkenalkan adat budaya Kalimanatan Tengah yaitu Tarian Sakepeng. Tarian Adat Dayak Ngajuk yang satu ini merupakan tarian untuk Acara Pernikahan. mungkin didaerah rekan2 sekalian juga ada acara adat yang serupa dengan ini. lebih lanjut ikuti ceritanya ya!!!!!

Seperti yang telah saya katakan tadi Tarian ini digunakan hanya untuk acara adat pada saat pernikahan singkatnya, sejenis permainan silat (main Manca dalam bahasa dayak) untuk menymabut tamu kehormatan atau rombongan mempelai.
Sakepeng merupakan tarian atau gerakan-gerakan yang berirama seperti tarian dan mengikuti musik yang menyertai gerakan silat.

Sakepeng biasanya dilakukan oleh dua lelaki dewasa yang memiliki kepandaian bermain silat(ini dulu) kalo sekarang banyak menggunakan empat orang lelaki dewasa yang saling berhadapan (1 lawan1 atau 2 lawan 2 dari kedua belah pihak laki2 dan perempuan) untuk melewati sebuah gapura yang diberikan tali pemisah, nah tali ini yang harus diputuskan oleh para penari sakepeng. Dengan kemahiran bermain silat itu, mereka tahu cara-cara untuk menyerang, memukul lawan tanpa mengakibatkan cedera atau menangkis serangan lawan. untuk diketahui juga untuk penari yang harus memutuskan tali pemisah tadi adalah penari dari pihak mempelai laki2 hal ini dimaksudkan agar kehidupan kedua mempelai setelah dipersatukan tidak menghadap kearah kegelapan tetapi kearah yang terang.

Meski tidak jarang pukulan dan serangan yang dilakukan mengenai tubuh lawan, tetapi tidak menimbulkan rasa sakit dan mengakibatkan cedera di tubuh lawan.

Untuk diketahui juga dahulu kala sebenarnya tarian sakepeng ini merupakan bagian dari tradisi saling menguasai serta menjadi ancaman dan kekerasan yang sering terjadi di kalangan masyarakat Suku Dayak, khususnya perkelahian untuk mencari pemimpin atau saling mengalahkan.

berikut juga ada video yang sempat saya ambil saat pernikahan Paman saya di kampung pihak perempuan yaitu Di Provinsi Kalimantan Tengah, Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas, Kecamatan Tewah Desa Tumbang Habaon. Tanggal 5 Oktober 2008 (waktu Liburan Kemarin, Makanya manusia biasa ga bisa jalan2 kerumah Blogger sekalian).



10 Komentar untuk "Tari Adat Lawang Sakepeng"

Bro, anda nih kayaknya bakat jadi peneliti budaya dan adat. Gimana kalo share budaya nusantara? PAsti keren and rame. Daripada aku duluan lho hahhaa

duh kalo sampe pukul2an.. bisa masuk UU kekerasan tuh..
*kabuurrr

Hi postingannya bagus bisa nambah pengetahuan tu, lam nal ya

alowwww.... waduh ternyata kekayaan alam borneo ini banyak ya... oh ya maaf ya manusia biasa, inet bunda suka error..knapa ya?

TO : BUNDA RIRIE,
itu mah biasa, inetnya err. yang ga biasa lo inetnya jalan ndiri. hehehehehe. ya, yang pasti hubungi providernya aja. komplein ceritanya.

To; Cebong;
salam kenal balik......

wah... aku baru tau ada tarian ini... hehehe

wah... nice artikel.... saya baru tahu yang ginian..
Kalau soal namanya jadi ingat Ambon... bukan sekepeng tapi "kepeng" (uang dalam bahasa ambon)

mas ada titipan di blog saya. diambil ya :)

waduh tari-tarian sekaran ditempatku sudah mulai hilang mas.
kalo ada acara keadatan aja kalo ditampilkan.
pernikahan sekarang ganti bukan pake tari tapi pake goyang ngebor (dangdut organ tunggal)
byme

Cara Isi komentar
jika punya ID/blog berikan komentar anda melalui:
Id Blogger, Open ID (LiveJournal, WordPress, TypePad, AIM), Nama/URL.

BAGI yang tidak punya website/Datang dari search engine seperti Google, yahoo!!!, blog-indonesia dll.
Silahkan gunakan pilihan Anonymous tapi ini tidak disarankan bagi yang punya blog!!!!!

Komentar yang mengandung unsru SARA akan dihapus oleh ADMIN. Terima Kasih atas kunjungan anda!!!!

Back To Top